Lagi mo belajar nulis cerpen…semoga bisa diambil ibrohnya cerpen dibawah ini :
Seperti biasa kegiatan yang rutin kulakukan adalah ke warnet, maklum mahasiswa yang satu ini masih setia tinggal dikampus meski dalam berumur alias semester belasan. Temen-temenku ampe heran, ngapain aja kerjaanku sampai ga lulus-lulus. Pasalnya aku dikenal sebagai siswa yang otaknya encer..GeeRRR.
Mulailah kucari-cari bahan buat skripsiku, browsing sana-sini. Abisnya tuh dosen perfect banget, nah lo ngeluh lagi..istigfar akhi. Nyambi juga aku chat sama saudaraku dari palestina. Sedikit tentang dia, Namanya adalah abdullah omar, lahir dipalestina 23 tahun yang lalu, punya 2 kakak laki2 dan 1 adik perempuan. Kini tinggal di kentucky AS sebagai manajer hotel.
Kuklik YM-nya,”assalamualaikum brother, Kaifa haluki?” dan mulailah ngobrol, membicarakan dari A-Z membuatku ga ngat lain kalo lagi ngejar deadline skripsi. Begitu banyak pertanyaanku yang datang bertubi-tubi. Mulai dari kenapa ga dipalestina aja, kenapa kerja di negeri paman sam, trus kedepannya mau ngapain, bagaimana berhubungan dengan keluarga dipalestina, bercerita tentang hammas dll. Sampe dia kebingungan, ”sabar..akhi, ntar ana jelasin,” tandasnya. Dia kerja di sana untuk modal biar bisa ke palestina, berjuang bersama saudara-saudaranya. Diapun sangat rindu pulang tapi bukankah cita-cita itu juga butuh planning yang matang, agar tidak menjadi beban saudara-saudara yang lain. Yup..antum benar, akh. Usianya seumur denganku tapi cakrawala berfikirnya lebih dewasa dan bijak, setiap kata-katanya begitu menggetarkan. Itu cuman kata-katanya gimana kalo ketemu langsung sama orangnya di dunia nyata.
Sempet sih aku iseng-iseng nanya,”antum ga ada rencana menikah.” dia jawab,” oh jelas..tapi”. dia tidak meneruskan kata-katanya, dan itulah yang membuatku penasaran. ” kenapa akh, bukankah menikah itu sunah rosul?.” dia berkata dengan polosnya,” tapi ana ingin bidadari syurga.” Oooo…ooo rada terbengong, mencoba mengartikan pikiran dibalik kata-kata itu. Berlama-lama dengan topik itu membuatku ga fokus jadi ganti topik. Aku lebih banyak mendengarkan dia bercerita tentang kondisi disana di AS, dan cerita palestina serta cita-citanya untuk meraih gelar syahadah. Tak terasa udah 2 jam di warnet. Waktunya ngadep dosen pembimbing. Kuucapkan salam perpisahan dengannya.
2 bulan ini jarang lagi ke warnet coz ngejar deadline wisuda juli ini. Akhirnya setelah melalui perjuangan yang panjang nan melelahkan…didramatisir banget kayak orang mo maju perang aja, aku lulus saudara-saudara. ”Akhirnya…”, kata sahabat-sahabatku. Rasanya lama banget ga nyentuh internet, dengan semangat aku datang lagi ke warnet untuk bertemu dengan saudaraku al-akh omar. Sayang dia ga online, hanya ada message kalo bulan ini mo ke indonesia. Dia bertanya bisakah bertemu disana?. Kontan aku terlunjak kegirangan. Bertemu dengannya..wah seneng banget. Dia juga ngasih no.telponnya jadi bisa saling berkomunikasi. Alhamdulillah hari ini ada dua kebahagiaan lulus dan mendengar kabar saudaraku. Subhanallah..begitu besar nikmat-Mu untukku ya Allah.
Waktu yang ditentukan datanglah jua, ana bertemu dengannya di UI kampus depok. Subhanallah..menatap wajahnya, begitu teduh. Kami berangkulan melepas rindu. Oke..jangan berfikir macam-macam. Trus cerita banyak dengannya, mengantarnya keliling ke tempat-tempat ikhwah dll. Ba’da magrib dia mulai membuka pembicaraan yang terasakan olehku begitu serius.” akh ana mo pamit, mungkin ini pertemuan kita yang terakhir di dunia, semoga Allah kelak perkenankan kita berjumpa di jannah-Nya.” aku mencoba mencari-cari makna di dalam kata-katanya. ”Ana dah rindu bersua dengan-Nya, doain ana ya”. Aku hanya bisa mematung, mata ini sudah berkaca-kaca, seorang ikhwan menangis mungkin kelihatan sangat lucu, namun kata-katanya menggetarkan hatiku. Akhirnya kubuka juga mulut ini. Dengan terbata-bata ku ucapkan,” akh semoga Allah kabulkan doa antum, oh ya ana boleh minta satu hal..?” . ”Insya Allah, sepanjang ana mampu.” beri satu syafaat untukku jika antum syahid…Dia tersenyum,” tentu saudaraku”.
Pertemuan itu menyisakan suatu ruang dalam hatiku, berjuanglah saudaraku. Disinipun aku berjuang, doain aku menyusulmu ke medan juang. 2 minggu setelah perpisahan kami, kubaca di internet tentang syahidnya salah seorang ikhwan palestina, tersedak aku mengeja nama itu. A-B-D-U-L-L-A-H O-M-A-R. Rabbi…tlah Kau sampaikan dia pada citanya. Teringat kembali tentang diskusi kita selama ini. cita-cita itu, persiapannya hingga kata-katanya,” bidadari syurga ”. Akhi..kau benar-benar menikahi bidadari syurga.
Kulanjutkan hidupku. Wisuda, bekerja dan berdakwah. Tahukah engkau..kenangan itu senantiasa tersimpan dan impian aku dengannya masih selalu ada. Bahkanpun ketika kini aku telah memiliki jundi kecil, anak pertamaku dengan bidadari dunia. Namun bagiku bidadari ini bisa menyaingi bidadari surga. Selamat tinggal my brother, I will fight too,until…
”Diantara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang menunggu-nunggu dan mereka tidak sedikitpun mengubah janjinya.” QS Al-Ahzab :23