Archive for February, 2007

new theme

Wednesday, February 28th, 2007

Tema tentang hati dan segala yang ada bersamanya ana cukupkan sekian. Insya Allah bulan Maret temanya adalah tentang keluarga dan segala yang mengitarinya, selain itu ana juga ingin menceritakan kisah-kisah mengagumkan dari pelosok dunia. Hanya saja ana belum dapat inspirasi untuk mulai dari mana….kisahnya menyusul.

Semoga isi blogs ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya, meski terkadang ceritanya sulit difahami. Ana lagi belajar menulis…yah paling tidak hobby nulisnya bisa tersalurkan.

berpetualang

Tuesday, February 27th, 2007

Kutatap sekelilingku, suasana begitu senyap..hanya kicauan burung dan suara jangkrik yang terdengar membahana di hutan ini. Subhanallah begitu menenangkan…dan tiba-tiba aku tersentak dengan bunyi peluit. Saatnya berkumpul untuk briefing.

Dalam 10 hitungan semua peserta sudah berkumpul, kegiatan kita hari ini adalah susur sungai dan mencari jejak. Kami dibagi menjadi 10 kelompok, masing-masing kelompok 5 orang. Tugas kami adalah sampai dilokasi tujuan sebelum magrib, untuk perbekalannya kami di beri tongkat, tali tambang, kompas, dan peta. Tanpa makanan…hanya sebotol air untuk masing2, kebayang ga? Mau makan apa?. Tapi itu perintahnya..ya dijalani. Mulailah kami berbagi tugas, menentukan mas’ul, yel-yel dll.

Rintangan pertama adalah sungai, berjalan menyusur sungai yang alirannya cukup deras, berbekal tali tambang yang saling diikatkan ke tubuh dan tongkat mulailah melakukan penyusuran. Ada yang terjatuh, kakinya terantuk batu, ada yang sepatunya hilang, ada juga yang kram sampai ada juga yang ga bisa berenang. Disini, di tempat ini kita menjadi diri apa adanya dengan karakter diri kita sesungguhnya. Yang egois kelihatan, yang panikan, yang manja dan yang sabar semuanya terlihat. Setelah separuh perjalanan kami putuskan untuk beristirahat sejenak. Ga ada makanan, hanya ada dedaunan. Yup..insting survival kami diasah disini, minum-pun pake air sumber. Dan yang ga kalah menegangkan, kami tersesat…daerah ini tidak ada dipeta. Mungkin karena banyak yang capek jadi marah-marah, ada yang cuek, dll. Namun akhirnya sampai juga ke tujuan sebelum batas waktu yang ditentukan. Dan kami cukup kaget, dimana ini? Hanya ada tanah lapang dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi, ga ada rumah ato perapian. Malam itu tiada seorangpun dari pendamping yang membriefing kita harus ngapain setelah sampai lokasi. Maka kami memutuskan tidur beralaskan matras dan beratapkan langit, saat itu turun hujan deras..masya Allah hanya berbekal pengetahuan membuat tenda darurat, dengan bahan yang tersedia di alam. Yup..indahnya kebersamaan dan kerjasama itu.

Dalam lelapnya tidur kami dibangunkan oleh suara perluit tanda berkumpul, baru aja tidur 2 jam sudah harus beraktivitas lagi. Kami kaget semua barang kami hilang…? kena marah pendamping, apakah tidak ada yang jaga malam..ini baru latihan, ini belum apa2. apakah begitu seorang mujahid. Selama 2 hari ini kami benar-benar digembleng layaknya militer…padahal kami akhwat (apa ya hubungannya..?)

Hari berikutnya jalan lagi, jalan yang terasakan begitu meletihkan. Naik-turun perbukitan, rapling, flying fox, merayap. Belum lagi tugas tiap harinya adalah sit up, back up, push up masing2 30 x, plus hafalan dan tilawah 1 juz sehari. Ya Allah beginikah perjuangan itu…

Saat itu tiba giliranku untuk rapling, jauh banget kulihat atas..kuazzamkan, anti bisa? Setelah siap semua mulailah mendaki, namun baru setengah perjalanan kurasakan ada yang aneh pada figur eight yang kukenakan, lepas….maka akupun meluncur turun, saat itu tak kurasakan apapun, hanya pasrah…ya Allah. Tiba-tiba aku tersadar, aku dimana? Kok gelap banget, aku ga apa2? Oh ternyata…mimpi

bunga

Tuesday, February 27th, 2007

Tidak biasanya ayah menitip dibelikan bunga buat hiasan rumah. ”Apa ayah lupa kalo aku ga bisa milih bunga, mungkin karena aku lagi jalan2 di kota bunga kali”. Bisikku dalam hati, tapi kupenuhi aja keinginan ayah.

Sepulangnya dari camping di bandung kusempatkan mampir ke toko bunga. Berbekal daftar nama bunga aku menanyakannya pada sang penjual. Disana aku malah ditanya tentang spesifikasi bunga yang diinginkan, nah..jadi bingung deh. Dalam pikiranku tinggal ambil aja, kenapa sekarang jadi membingungkan. Sang penjual menceritakan tentang bunga yang mau kubeli, sifat-sifatnya , bagaimana merawatnya, bentuk dan aneka warnanya. Jadi semakin terbengong, trus kubilang sama penjualnya, ” terserah aja, ibu kan penjualnya jadi lebih tau mana yang baik.” akhirnya kubeli juga tuh bunga.

Dalam perjalanan pulang terlintas dalam benakku kata-kata ibu tadi, ” bunga ini cocok di tanam di tempat yang dingin, dan setiap siang bunga ini akan mekar namun dimalam hari kelopaknya akan menutup kembali, dan sebaiknya tidak ditempatkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.” duh susah bener merawatnya, kenapa ya ayah suka merawat bunga..itu kan membuang-buang waktu.

Di bawah pohon, sambil menemani ayah menanam bunga itu, aku mulai menanyakan banyak hal,” yah..apakah bunga ini akan mati jika tinggal diluar habitatnya, ataukah seperti manusia yang bisa beradaptasi.” ayah tersenyum, tetap dalam aktivitasnya tanpa menoleh padaku.” Ayah..kok ga di jawab”. Akhirnya melihatku dengan wajah cemberut, ayah menghentikan pekerjaannya dan duduk disampingku. Ayah bercerita banyak tentang filosofi kehidupan yang akupun nyaris tidak memahaminya.

Kalo manusia bisa diibaratkan bunga, bunga itu tidaklah harus indah dipandang mata, namun bisa juga dilihat dari manfaatnya. Seperti juga manusia dia juga memiliki tempat yang cocok untuk hidup. Ada yang di tempat panas, ada juga yang cocok di daerah pegunungan. Ada yang besar dan ada yang perdu. Beraneka ragam bentuknya. Bla..bla terlalu tinggi bahasanya, sampai bingung mengintrepretasikannya. Masih ada yang mengganjal dihatiku, ”yah..apakah jahat seseorang yang ingin menanam bunga ini di daerah panas sedang ia tahu bahwa bunga itu akan tumbuh dengan baik di daerah dingin.” ayah hanya terdiam, tidak membuka suaranya lalu ayah meninggalkanku dengan setumpuk rasa ingin tau. Dengan bahasa tubuhnya aku tau ayah ingin mengatakan, ” gunakan hatimu untuk menentukan”……………Ayah, aku juga tau bahwa dalam hidup ini tidak boleh egois. Kalo aku jadi pemilik bunga itu aku tidak akan mengambilnya. Kan kubiarkan ia tumbuh dan mekar dihabitatnya, lagian bunga itu ada tidak hanya untukku, alangkah bahagianya bila semua bisa menikmati manfaatnya…

Bunga itu

Ia ada tiada hanya untuk dipandang

Namun disebaliknya

Tahukah engkau, bunga itu menyimpan sejuta asa

Maka biarlah ia terjaga

Biarlah ia tetap murni dan terlindung

Biarlah ia ada untuk semua yang tercipta

cerpen…

Friday, February 23rd, 2007

Lagi mo belajar nulis cerpen…semoga bisa diambil ibrohnya cerpen dibawah ini :

Seperti biasa kegiatan yang rutin kulakukan adalah ke warnet, maklum mahasiswa yang satu ini masih setia tinggal dikampus meski dalam berumur alias semester belasan. Temen-temenku ampe heran, ngapain aja kerjaanku sampai ga lulus-lulus. Pasalnya aku dikenal sebagai siswa yang otaknya encer..GeeRRR.

Mulailah kucari-cari bahan buat skripsiku, browsing sana-sini. Abisnya tuh dosen perfect banget, nah lo ngeluh lagi..istigfar akhi. Nyambi juga aku chat sama saudaraku dari palestina. Sedikit tentang dia, Namanya adalah abdullah omar, lahir dipalestina 23 tahun yang lalu, punya 2 kakak laki2 dan 1 adik perempuan. Kini tinggal di kentucky AS sebagai manajer hotel.

Kuklik YM-nya,”assalamualaikum brother, Kaifa haluki?” dan mulailah ngobrol, membicarakan dari A-Z membuatku ga ngat lain kalo lagi ngejar deadline skripsi. Begitu banyak pertanyaanku yang datang bertubi-tubi. Mulai dari kenapa ga dipalestina aja, kenapa kerja di negeri paman sam, trus kedepannya mau ngapain, bagaimana berhubungan dengan keluarga dipalestina, bercerita tentang hammas dll. Sampe dia kebingungan, ”sabar..akhi, ntar ana jelasin,” tandasnya. Dia kerja di sana untuk modal biar bisa ke palestina, berjuang bersama saudara-saudaranya. Diapun sangat rindu pulang tapi bukankah cita-cita itu juga butuh planning yang matang, agar tidak menjadi beban saudara-saudara yang lain. Yup..antum benar, akh. Usianya seumur denganku tapi cakrawala berfikirnya lebih dewasa dan bijak, setiap kata-katanya begitu menggetarkan. Itu cuman kata-katanya gimana kalo ketemu langsung sama orangnya di dunia nyata.

Sempet sih aku iseng-iseng nanya,”antum ga ada rencana menikah.” dia jawab,” oh jelas..tapi”. dia tidak meneruskan kata-katanya, dan itulah yang membuatku penasaran. ” kenapa akh, bukankah menikah itu sunah rosul?.” dia berkata dengan polosnya,” tapi ana ingin bidadari syurga.” Oooo…ooo rada terbengong, mencoba mengartikan pikiran dibalik kata-kata itu. Berlama-lama dengan topik itu membuatku ga fokus jadi ganti topik. Aku lebih banyak mendengarkan dia bercerita tentang kondisi disana di AS, dan cerita palestina serta cita-citanya untuk meraih gelar syahadah. Tak terasa  udah 2 jam di warnet. Waktunya ngadep dosen pembimbing. Kuucapkan salam perpisahan dengannya.

2 bulan ini jarang lagi ke warnet coz ngejar deadline wisuda juli ini. Akhirnya setelah melalui perjuangan yang panjang nan melelahkan…didramatisir banget kayak orang mo maju perang aja, aku lulus saudara-saudara. ”Akhirnya…”, kata sahabat-sahabatku. Rasanya lama banget ga nyentuh internet, dengan semangat aku datang lagi ke warnet untuk bertemu dengan saudaraku al-akh omar. Sayang dia ga online, hanya ada message kalo bulan ini mo ke indonesia. Dia bertanya bisakah bertemu disana?. Kontan aku terlunjak kegirangan. Bertemu dengannya..wah seneng banget. Dia juga ngasih no.telponnya jadi bisa saling berkomunikasi. Alhamdulillah hari ini ada dua kebahagiaan lulus dan mendengar kabar saudaraku. Subhanallah..begitu besar nikmat-Mu untukku ya Allah.

Waktu yang ditentukan datanglah jua, ana bertemu dengannya di UI kampus depok. Subhanallah..menatap wajahnya, begitu teduh. Kami berangkulan melepas rindu. Oke..jangan berfikir macam-macam. Trus cerita banyak dengannya, mengantarnya keliling ke tempat-tempat ikhwah dll. Ba’da magrib dia mulai membuka pembicaraan yang terasakan olehku begitu serius.” akh ana mo pamit, mungkin ini pertemuan kita yang terakhir di dunia, semoga Allah kelak perkenankan kita berjumpa di jannah-Nya.” aku mencoba mencari-cari makna di dalam kata-katanya. ”Ana dah rindu bersua dengan-Nya, doain ana ya”. Aku hanya bisa mematung, mata ini sudah berkaca-kaca, seorang ikhwan menangis mungkin kelihatan sangat lucu, namun kata-katanya menggetarkan hatiku. Akhirnya kubuka juga mulut ini. Dengan terbata-bata ku ucapkan,” akh semoga Allah kabulkan doa antum, oh ya ana boleh minta satu hal..?” . ”Insya Allah, sepanjang ana mampu.” beri satu syafaat untukku jika antum syahid…Dia tersenyum,” tentu saudaraku”.

Pertemuan itu menyisakan suatu ruang dalam hatiku, berjuanglah saudaraku. Disinipun aku berjuang, doain aku menyusulmu ke medan juang. 2 minggu setelah perpisahan kami, kubaca di internet tentang syahidnya salah seorang ikhwan palestina, tersedak aku mengeja nama itu. A-B-D-U-L-L-A-H O-M-A-R. Rabbi…tlah Kau sampaikan dia pada citanya. Teringat kembali tentang diskusi kita selama ini. cita-cita itu, persiapannya hingga kata-katanya,” bidadari syurga ”. Akhi..kau benar-benar menikahi bidadari syurga.

Kulanjutkan hidupku. Wisuda, bekerja dan berdakwah. Tahukah engkau..kenangan itu senantiasa tersimpan dan impian aku dengannya masih selalu ada. Bahkanpun ketika kini aku telah memiliki jundi kecil, anak pertamaku dengan bidadari dunia. Namun bagiku bidadari ini bisa menyaingi bidadari surga. Selamat tinggal my brother, I will fight too,until…

”Diantara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang menunggu-nunggu dan mereka tidak sedikitpun mengubah janjinya.” QS Al-Ahzab :23

-

Friday, February 23rd, 2007

Hari itu, seperti juga hari-hari yang berlalu. Nothing special moment. Mungkin karena ini musim hujan ya..wajarlah kalo hujan turun. Kubawa arah roda motor berjalan menyusuri lorong-lorong menuju sebuah tempat spesial yang sering kukunjungi yaitu masjid. Lumayanlah kondisi jalan cukup lengang hari ini, bisa jadi karena ini jam orang-orang pada kerja.

Setelah beberapa waktu akhirnya tiba juga di sebuah bangunan yang berdiri megah..kuparkir motorku dibawah pohon pelataran masjid. Kuarahkan kaki ini menuju tempat wudlu, subhanallah..nikmatnya tetesan air membasahi wajah ini. Nah tiba saatnya mencari tempat favoritku, loteng masjid (itu sebutanku, soalnya lantai 2 masjid ini ga sering dipakai kecuali untuk ngaji). Dari atas sini terlihat pemandangan yang indah. Terdengar suara nyanyian pepohonan yang bergoyang melantunkan nada nan menyejukkan. Rabb terlalu indah ini semua.

Disinilah tempatku berkhalwat, merenung dan bercerita banyak hal. Setelah beberapa lama didalamnya tak juga ingin meninggalkan tempat ini, rasanya berat melangkah pulang. So..kuputuskan untuk lebih lama tinggal disini. Disini, dalam kesunyian membongkar begitu banyak file masa yang terlewati.

Sebuah janji pernah terikrar, dalam suasana seperti ini, dalam derasnya hujan bertahun yang lalu…

Rabbi..

Kau ingatkan kembali untukku janji itu

Janji yang terucap dihadapan-Mu

Bumi dan langit sebagai saksi saat kunyatakan janji pada-Mu

Rasanya begitu cepat berlalu

Rabb bilamanakah saatnya tiba

’tuk buktikan kebenaran kata itu

Sanggupkah aku

Kutahu itu tidaklah mudah..namun

Janji itu masih tersimpan..hingga kini

Sungguh tiada pernah menyangka, janji itu menghantarkanku pada suatu alur cerita dan taqdir yang tak terprediksikan bahkan diluar logika akal. Namun kusadar begitulah taqdir Allah..aku hanya manusia biasa, maka cukup pantaskah meraihnya. Ya Allah…terimakasih banyak atas jalan yang Kau tunjukkan. Saudaraku, qt punya janji yang sama. Siapakah yang akan mendahului ? yuk….. fastabiqul khoirot.

informasi

Friday, February 23rd, 2007

Informasi buat temen2nya mba hari: insya Allah, ahad 25 Februari 2007 jam 9 pagi bertempat di cuplak Rt 21/ 7 Mojopuro sumberlawang sragen akan diadakan walimatul ursy. Hari widya cahyani (Ex. FE UII ’99) dengan Tri adi M (Ex. UNNES).

Info kedua : buat temen2nya mba’ dhani (Ex Smupa). Barakallah atas kelahiran putra pertamanya pada hari rabu, 21 Februari dengan berat 3,8 Kg di RS Roemani

semarang

, semoga menjadi mujahid yang tangguh di

medan

dakwah.

kehidupan dunia itu

Wednesday, February 21st, 2007

Ada yang berkata, dunia kampus penuh dengan idealisme. Namun disaat engkau kembali kedunia nyata engkau akan mengerti bahwa jikalau engkau sendirian yang ada hanya satu kata, mengikuti sistem yang ada terlepas dari suka atau tidak suka, karena engkau tidak bisa merubahnya. Bisa jadi setahun-dua tahun engkau bertahan dengan ideologimu namun bisa berapa lama? Engkau akan merasakan kelelahan karena menentang arus yang melawanmu

Yup..mungkin itu benar, namun bagi ana selalu ada celah untuk menebar kebaikan, meski hanya ada 1 orang diantara seribu, meski mayoritas manusia dan sistem tidak mendukung. Maka kalo bukan kita siapa lagi? akankah kita menunggu dan mengharapkan orang lain yang membukakan jalan? Bisakah kita menyerah dan tunduk. TIDAK. Selama diri masih kuat, selama jiwa ini masih hidup, meski hanya setetes kebaikan, meski tiada yang peduli, meski harus tersingkir dari peradaban tetaplah memberi yang terbaik untuk Allah semampu kita. Bukanlah kata-kata yang akhsan,” udah kotor kenapa ga sekalian menceburkan diri didalamnya.” sekarang ini mungkin kita telah memulai perjalanan dijalan para pendukung dakwah dan ujian-ujian ini boleh jadi panjang, akankah kamu sanggup bertahan??? (pertanyaan ini untukku dan semua kader dakwah)

Ingat perkataan hasan Al-Banna,” jadilah kamu manusia seperti pohon buah-buahan, apabila dilempari dengan batu, pohon itu bahkan melempari manusia dengan buah-buahannya.”

Meski bagi orang lain seperti menebar gula dilaut alias tidak akan berimbas. Namun masih tetap yakin bahwa Allah melihat dan bukan pada hasil tapi proses itu. Berbeda dengan orang kebanyakan dan memang memang terlihat aneh dimata orang-orang. Namun ketika itu prinsip tetaplah untuk ditegakkan. teringat kata ustadz rahmat Abdullah, ” dijalan dakwah banyak bertumbangan kader dengan kadar militansi yang nyaris total pada momentum yang sebenarnya masih dapat dikompromikan. Sebaliknya tidak sedikit semua itu mencair pada momentum yang seharusnya militansi hadir dengan tegar.”

Memang kita tiada pernah tau berapa jauhkah perjuangan ini, dan seberapa lamakah kita bisa bertahan. Bukan itu yang penting karena apa yang akan terjadi bukanlah ditangan kita. Namun jika hal itu layak diperjuangkan maka lakukan dengan sebaik-baiknya. Kadang yang menenangkan jiwa adalah kita masih bisa kembali meski hanya sesaat setiap minggunya untuk mengasah ruh agar semangat kembali diwaktu-waktu selanjutnya.

Ana salut dengan para kader yang berjuang diranah ammah, salut dengan kegigihan dan ketegaran mereka. Mungkin dari segi ibadahnya tidak sebagus mereka yang ditempat homogen. Pahala itu sebanding dengan perjuangannya. Tetap semangat saudaraku dimanapun kalian berada.

”dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru manusia kepada Allah dan beramal sholeh, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerahkan diri. Dan tidaklah sama antara kebaikan dan keburukan. Maka tolaklah kejahatan itu dengan cara yang baik…” QS Fushilat :33

”Dan jika kamu berjumpa sesuatu godaan syetan, maka berlindunglah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.” QS Al-Ara’af : 200

” maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan dan berpalinglah dai orang-orang musyrik” QS Al-Hijr :94

Maka bersabarlah kamu untuk melaksanakan ketetapan tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti orang-orang yang berdosa dan orang-orang yang kafir diantara mereka.” Al-Insan : 23-24

Tiada doa mereka selain ucapan,” ya tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan kami yang melebih-lebihkan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir QS Al-Imran : 147

( tulisan ini terinspirasi dari diskusi dengan ikhwah senasib seperjuangan

alias sama-sama terdampar didunia yang bobrok )

sebagai pengingat

Wednesday, February 21st, 2007

Duduk merenung memandang langit bersama hujan deras yang turun kebumi. Tanpa terasa air mata menetes membasahi pipi. Mengapakah engkau menangis saudaraku?

Tidakkah engkau pernah menyaksikan dikala hujan turun, bagaimana kondisi para gelandangan yang ga punya tempat tinggal, mereka menggigil kedinginan. Pernahkah mereka meminta dilahirkan dalam rahim orang miskin, Adakah terbersit dalam hati mereka merutuki taqdir Allah?. Pernahkah melihat kehidupan mereka lebih dekat, mereka bekerja keras menyambung hidup. Aku mendengarnya bagaimana solidaritas mereka begitu tinggi, sungguh mereka begitu empati dan tulus dengan manusia, tiada egoisme…

Pernahkah kau lihat, anak-anak menjajakan koran, merekapun makan bersama ditrotoar, hati ini begitu tersayat. Betapa beruntungnya diri ini, maka pantaskan mengeluh, sedangkan semuanya itu adalah wujud kasih sayang Allah.

Menghitung waktu. Tiada terasa begitu cepat bergulir. Kini tiada lagi anak kecil yang bergantung pada orangtua. Kini usia telah beranjak dewasa dan semakin menua.

Belajarkah diri ini untuk dewasa dan lebih bijaksana memandang hidup ?

Pernahkah bercanda dengan anak-anak kecil, mendengar celoteh dan canda tawa mereka, melihat senyumnya, yah..senyumnya yang dapat menghilangkan beban jiwa, kita ikut larut dalam kehangatan itu.

Pernah merasakan dikala diri sakit, betapa perhatiannya orang disekeliling kita. Orang yang terkadang tidak terasakan keberartiannya saat dia ada, namun begitu dia menghilang seakan ada ruang kosong dihati yang pergi bersamanya. Dan apakah kita akan menyesal setelah semuanya terlambat. Karena penyesalan selalu datang belakangan.

Pernah merasakan kehilangan kebersamaan dengan orang-orang tercinta. Maka apakah ketika mereka tiada lagi bersama kita, kita menjadi mundur dalam berjuang dan menyerah kalah menegakkan kebenaran. Ust rahmat abdullah pernah berkata, ”selalulah dalam kebenaran meskipun engkau sendirian.” sungguh waktu tiada akan berputar lagi, hanya ada satu momentum, so..jangan pernah lewatkan semua yang telah ada agar tiada penyesalan di kemudian hari.

”maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan” (QS Ar-Rahman)

Hujan ini menjadi pengingat akan jejak-jejak langkah yang terlewati dengan semua memori di dalamnya.

Rabb..ajari hamba untuk mencintai-Mu

Ajari untuk selalu ikhlas dan qona’ah

Untuk mensyukuri apa yang ada

Jadikan sebagai penegak langkah

Jangan palingkan dari kebenaran

Selamanya…

kehidupan malam

Wednesday, February 21st, 2007

Dalam heningnya malam

Terdengar sayup suara gemericik air

Tiba saatnya beranjak keperaduan

Langkahnya begitu pelan

Terlihat sangat kuyu wajah itu

Pucat dan bergemetar seluruh tubuhnya

Bersiap menghadap sang tuan

Melaporkan semua kerjanya

Dia menangis..

Duduk bersimpuh ditanah lapang

Menghiba, memelas dan memohon belas kasihan

Untuk sebuah ampunan dan kasih sayang

Tak sendiri ia kini

Ada tempat berbagi dan berkeluh

Perasaan damai menelusup jiwa

Iya..ketenangan luar biasa

Tanpa hijab…menjadi diri apa adanya

Tanpa beban

Lepas, bebas, begitu ringan

Selalu ada tempat kembali

janji yang terikrar

Saturday, February 17th, 2007
Berkisah tentang cita-cita. Bukankah setiap manusia memiliki tujuan akhir, kemana kapal itu akan berlabuh. Setiap kata yang terucap seringkali memerlukan bukti untuk meyakinkannya.





Apa yang terbersit dalam jiwa saat membaca

surat

 ini :


"Diantara orang-orang yang beriman ada orang-orang benar dengan janjinya kepada Allah. Diantara mereka ada yang telah menunaikan janjinya (menemui syahidnya) dan diantara mereka ada yang masih menunggu-nunggu (untuk menemui syahidnya) dan sama sekali mereka tidak mengubah janjinya." (QS. Al-Ahzab:33)

Sebuah kata tidak hanya cukup dirasa, begitupun sekedar ucapan di bibir. Disana ada ruang pengaplikasian.  janji yang besar menimbulkan konskuensi yang besar pula. Ada harga yang harus dibayar untuknya dan tidak selalu mudah menjalaninya. Belajar untuk ridlo dengan ketentuan-Nya dengan tanpa melupakan ikhtiar. Untuk tidak mengeluh kepada manusia dan bersabar.

Dan sungguh Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Kabar gembira buat orang yang bersabar,"Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'uun. (Sesungguhnya kami berasal dari Allah dan kepada-Nya kami akan kembali.)" QS Al-Baqarah :155-156





Adapun balasan bagi orang yang sabar adalah keberkahan, kesempurnaan, rahmat dan petunjuk dari Allah. "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar sajalah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas" (Q.S. 39/Az-Zumar: 10)





Rabb…cintakanlah kami pada-Mu, cintakanlah orang-orang yang Engkau cintai pada kami. Ridlolah ya Allah….dengan tapak yang dijalani, ingatkan diri jika menyimpang dari jalan-Mu. Untuk tidak mencintai dunia melainkan sekedarnya saja, untuk menyandarkan segalanya hanya pada-Mu. Bukankah Allah adalah sebaik-baik penolong dan Allahlah sebaik-baik pelindung.

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan ‘ Rabbunaa ‘l-Laahu ‘ kemudian mereka istiqaamah (meneguhkan pendirian), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan),’Janganlah kalian takut dan janganlah kalian sedih dan bergembiralah dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepada kalian" (QS. Fush-shilat:30)

Wallahu’alam bi showab