Archive for March, 2007

nasehat

Monday, March 26th, 2007

aku tau rezekiku tidak mungkin diambil orang lain karenany hatiku tenang
aku tau amal-amalku tidak mungkin dilakukan orang lain maka kusibukkan diriku bekerja dan beramal
aku tau Allah selalu melihatku karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat
aku tau kematian menantiku maka kupersiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabb-ku

tausiyah

Wednesday, March 21st, 2007

orang yang berusaha mencari keridloan manusia dengan kemurkaan Allah, maka hinalah ia. dan orang yang mendapat murka manusia untuk mencari ridlo Allah, maka Allah akan memuliakannya

apakah yang membuat seseorang begitu bahagia? kebersamaan dengan Allah…
dalam gelap malam ku tahu hamba tiada sendiri
di tengah keramaian kutahu Kau tiada meninggalkanku
perjalanan ini semakin menyadarkan hamba, bahwa hambalah yang butuh untuk tetap di jalan dakwah
subhanallah, betapa nikmatnya bersama sahabat-sahabat perjuangan

ya Allah cintakanku kepada orang2 yang Kau cintai
dekatkanlah cinta orang2 yang Kau cintai padaku
dekatkan aku pada perbuatan yang membuat-Mu cinta padaku

rahasia Allah

Friday, March 2nd, 2007

Akhir-akhir ini ana sering banget dipanggil bos, begitu ana memanggil murrobi. Al-kisah ana digosipin mempunyai hubungan spesial dengan seorang akhwat yang notabene satu aktivitas dengan ana. Maklum saja, berhubung sering syuro’ secara otomatis interaksi dengannya begitu sering terjadi. Tak ayal membuat orang-orang beranggapan there is something happen betwen us. Bukan tanpa sebab temen2 menasehati ana untuk tidak terlalu dekat dengan si akhwat itu, karena kami memang nyambung kalo berdiskusi. Itulah yang menyebabkan kami klop dan sering bersama membahas banyak hal bahkan terlalu sering terlihat bersama-sama di banyak forum. Sempet ada temen yang menyeletuk, “akh, antum nikah aja sama ukhi…” dia menyebutkan namanya,” biar gak terjadi fitnah, lagian itu kan lebih menjaga diri daripada digosipin terus.” Setelah kupikir-pikir bagus juga idenya daripada menyebabkan penyakit hati. Akhirnya kuberanikan diri untuk konsultasi dengan murobbi ana dan..beliau mempersilakan, maka saat itu kutanya sama si akhwat mau ga menikah dengan ana. Tau apa jawabannya, ana DI TOLAK. Sedih ga? Ya sedih sih..but life must go on. Setidaknya niatan ana kan untuk menjaga diri, mungkin belum ketemu jodohnya aja. Dan ikhtiar itu sudah ana lakukan, selanjutnya tawakal deh. Hingga sekarangpun ana masih sering syuro dengannya, meski rada beda..gak kaya dulu lagi. Ada rasa canggung, dan kuanggap wajarlah bagaimanapun juga manusia. Seiring dengan berjalannya waktu, bertahun kemudian. Murobbi ana menawarkan data akhwat. Ada 2, dan ana diminta pilih salah satu. (sempat kepikir..coba kalo bisa dua-duanya, he..2x just kidding) dan ana pilih satu. Ana mulai taaruf dengannya hingga akhirnya menikah dengannya. Dan kisah dulu menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk diambil ibrohnya. Bisa jadi engkau tidak mendapatkan orang yang engkau inginkan tapi Allah tau dengan memberikan untukmu orang yang engkau perlukan. Dan cinta itu akan hadir bersama dengan waktu jika engkau luruskan niat bahwa segalanya hanya untuk mencari ridlo-Nya. - Happy ending – (base on true story)

menikahi aktivis

Friday, March 2nd, 2007

Malam ini begitu panjang terasa olehku. Tak terasa setahun berlalu sejak pernikahanku dengannya, seorang ikhwan yang tak kukenal sebelumnya. Mulai detik pertama hingga kini seakan aku masihlah seorang yang sendiri, bayangan indahnya pernikahan lenyap seiring dengan realita yang terjadi. Apakah aku bahagia? Pertanyaan yang sulit kujawab, karena siapa yang tidak akan bangga menikahi seorang aktivis dakwah yang muntij yang tidak pernah diragukan kualitas pribadi dan ruhiyahnya. Namun entah mengapa semuanya begitu hambar..aku lebih sering sendirian dalam mengerjakan banyak hal, single fighter. Dia, orang yang mendampingi keseharianku sehari-harinya bekerja hingga sore, meliqo’i, mengisi taklim, syuro dan kegiatan lain yang nyaris menyita waktunya. Bahkan pulang kelewat tengah malam setiap harinya. Aku merasa sendirian dan begitu kesepian. Rabb..salahkah hamba meminta sedikit perhatiannya, pada suamiku. Pernah suatu saat kutanyakan padanya. ”Apakah kau mencintaiku, mas” tapi bukan jawaban yang kudapat, dia hanya tersenyum tanpa berkata apapun.”salahkah aku menginginkan perhatianmu dan kebersamaan denganmu lebih dari yang lain.” dan diapun memandangku dengan tatapan yang sangat beku, maka keluarlah kata2nya yang begitu menusuk hatiku,” dijalan apakah kita menikah dinda? Bukankah di jalan dakwah kita dipersatukan. Dan dalam pernikahan suci ini kita pernah berjanji untuk mengutamakan dakwah diatas diri kita. Sungguh mas ga ingin Allah murka pada kita karena pernikahan ini seharusnya menjadikan kita lebih produktif dalam berdakwah, seharusnya lebih meringankan beban dakwah. Pernikahan kita bukanlah pernikahan biasa, dan berbanggalah dengan itu. Tidakkah engkau tahu sesungguhnya berjuang dijalan-Nya lebih kucintai daripada kehidupan di dunia ini, dan kalau bukan dinda yang menegakkan langkah mas, lalu siapa lagi yang bisa mas harapkan.” wajahnya berubah menjadi hangat dan dia memelukku sambil membisikkan kata,”aku mencintaimu karena Allah, dan aku bangga engkaulah yang Allah pilihkan untuk mendampingi hidupku.” Tak terasa air mata ini mengalir begitu derasnya. Rabbi..siapakah dia yang engkau jadikan pengisi hari-hariku, sungguh pantaskah aku mendampinginya, malu ya Allah atas tuntutan ini. Maafkan hamba atas semua rasa yang tumbuh menutupi ketaatanku pada-Mu. Terimakasih untuk segalanya yang Engkau berikan pada hamba. Sungguh hamba tiada pernah kecewa menikahinya dan saksikanlah ya Allah, tiada lagi aku akan memintanya lebih. Aku tau dia tercipta untuk begitu banyak manusia dan beruntunglah aku menjadi orang yang mendampinginya. Jadikanlah pernikahan kami pernikahan yang barokah, dan berkahilah perjalanan hidup kami hingga saatnya kami kembali pada-Mu. ”Katakanlah jika bapak2mu, anak2mu, saudara2mu,istri2mu, keluargamu,harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan rosul-Nya serta berjihad dijalan-Nya maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya…” At-Taubah :24