Kenangan bersama badar dan uhud..
Tuesday, April 10th, 2007Saudaraku, masih ingat kan kisah uhud dan badar !. Disana terdapat begitu banyak ibrah yang bisa dipetik untuk umat setelahnya. Penulis akan bercerita tentang betapa cintanya para sahabat kepada rosulullah dan mengutamakan beliau diatas segala kenikmatan dunia.
Lihatlah ketika badar. Saat itu rosulullah bertanya kepada kaum anshar untuk meminta dukungan mereka. Dan tahulah kita apa yang diucapkan sahabat anshar, ” wahai rosulullah, majulah terus seperti yang diperlihatkan Allah kepada engkau. Kami akan bersama engkau. Demi Allah, kami tidak akan berkata kepada engkau sebagaimana bani israel berkata kepada musa,” pergi engkau sendiri bersama Rabb-mu lalu berperanglah kalian berdua, sesungguhnya kami ingin duduk menanti disini saja.” tapi pergilah engkau bersama Rabbmu lalu berperanglah dan sesungguhnya kami akan berperang bersama engkau. Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, andaikata engkau pergi membawa kami kedasar sumur yang gelap, maka kamipun siap bertempur bersama engkau hingga engaku mencapai tempat itu.”
Dan lihatlah kisah lainnya, perkataan sahabat ” wahai nabi Allah, bagaimana jika kami membuat sebuah tenda bagi engkau dan kami siapkan kendaraan disisi engkau. Kemudian biarlah kami yang menghadapi musuh. Jika Allah memberikan kemenangan kepada kita atas musuh, maka memang itulah yang kami sukai. Tapi jika hasilnya lain, maka engkau bisa langsung duduk diatas kendaraan lalu bisa menyusul orang2 dibelakang kami. Wahai rosulullah mereka jauh lebih mencintai engkau daripada cinta kami kepada engkau. Jika mereka menganggap bahwa engkau harus menghadapi perang, tentu mereka tidak akan mangkir dari sisi engkau. Allah pasti akan membela engkau bersama mereka, memberikan nasehat kepada engkau dan berjihad bersama engkau.
Cobalah tengok saat perang uhud, bagaimana para sahabat berdiri disamping rosulullah dengan mengorbankan diri mereka sendiri disaat kaum muslimin tercerai berai. Dan rosulullah berdoa,” Ya Allah segala puji bagi-Mu. Ya Allah tiada yang bisa memungut apa yang Engkau hamparkan, tiada yang bisa menghamparkan apa yang engkau pungut. Tidak ada yang bisa memberi petunjuk kepada orang yang Engkau sesatkan dan tiada yang bisa menyesatkan orang yang Engkau beri petunjuk. tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau tahan dan tiada yang bisa menahan apa yang Engkau beri. Tidak ada yang bisa mendekatkan apa yang Engkau jauhkan dan tiada yang bisa menjauhkan apa yang Engkau dekatkan. Ya Allah hamparkan kepada kami dari barakah-Mu, Rahmat-Mu, karunia-Mu dan rezeki-Mu. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kenikmatan yang kekal kepada-Mu, yang tidak berubah dan habis. Ya Allah sesungguhnya aku memohon pertolongan kepada-Mu saat lemah dan keamanan saat ketakutan. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang Engkau berikan dan Engkau tahan, buatlah kami mencintai iman dan buatlah iman itu bagus dihati kami. Buatlah kami membenci kekufuran, kefasikan dan kedurhakaan. Jadikan kami termasuk orang-orang yang mengikuti jalan kebenaran. Ya Allah matikan dan hidupkan kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu. Himpunkan kami bersama orang salih tanpa kehinaan. Ya Allah musuhilah orang2 kafir yang mendustakan Rosul2-Mu dan menghalangi manusia dari jalan-Mu. Berikan siksaan dan azab pada mereka. Engkau illah yang benar.”
Tulisan ini kupersembahkan untuk saudaraku yang saat ini dalam kebimbangan. Tiada nasehat yang bisa kusampaikan kecuali Allah selalu bersama kita meskipun tiada siapapun berada disamping kita dan kepada siapakah cinta itu layak untuk ditambatkan selain pada Allah dan rosul-Nya serta perjuangan dijalan-Nya. Duhai sahabat, janganlah menyerah. Dakwah ini kalo bukan para mujahid yang memikulnya lalu kepada siapa layak untuk diserahkan…cukuplah Allah sebagai pelindung dan Allah adalah sebaik-baik penolong. Yakinlah dengan janji Allah. Laa tahzan…
sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah