Archive for November, 2007

Curhat dua sisi

Tuesday, November 27th, 2007

Cerita ini kupersembahkan buat temen-temenku yang insya
Allah dalam waktu dekat ini akan menggenapkan diennya. Semoga bermanfaat…

Seorang Ikhwan
ditanya sang murrobi ketika ia telah siap untuk melangkah ke gerbang yang
bernama pernikahan,”Apa yang engkau harapkan dari seorang istri, akh?”. “istri
yang…sambil tersipu malu dia mengungkapkan isi hatinya. Istri sholehah yang
pandai memasak dan mengurus rumahtangga, pengertian dan sayang serta enak
dipandang dan seorang aktivis dakwah yang muntij.” Sang murrobipun bertanya
kembali,”itu sajakah? Atau masih ada yang lain?” ikhwan itu hanya terdiam,
mencoba menyelami maksud pertanyaan itu. Pertanyaan yang baginya adalah
pertanyaan yang wajar terhadap sebuah harapan akan pendamping hidupnya kelak. Selang
beberapa lama berlalu, datanglah sebuah amplop yang disana tertera dengan indah
nama seorang akhwat. Nama yang cukup dia kenal..sungguh tidak diragukan lagi
kualitas kepribadiannya dengan segudang aktivitasnya. Masihkah ada keraguan
dalam hati untuk menerimanya?

Sebuah kisah
disudut dunia yang lain,”abi…jaga rumah ya, ummi hari ini ngisi kajian sampai
malam, tolong bada isya di jemput di tempat biasa.” Itulah gambaran yang hampir
setiap saat kuhadapi. Pernah suatu saat ketika pulang dari kerja,”ummi..abi
pulang.” Namun tak ada tanggapan dari dalam rumah, akupun mencari-cari kemana
istriku, hingga ku temukan sepucuk kertas memo,” bi..afwan ummi belum sempet
masak dan bersih-bersih rumah, tadi mendadak diminta bantuan mengantarkan
tetangga yang akan melahirkan. Abi masak sendiri ya.”huih..kuhela nafas, masalahnya
bukan kali ini saja dia tidak sempat masak, tapi terlalu sering. Astagfirullah..bukankah
yang kunikahi ini adalah aktivis dakwah yang sangat mobile hidupnya, masih
mengiginkan yang seperti apa lagi. Tidakkah bersyukur atas terkabulnya doa. Meski
tersisa sedikit keinginan agar istriku selalu ada disaat kubutuh. Ingin rasanya
agar istriku menunggu kepulanganku, memasakkan untukku setiap hari, tiap kali
sampai rumah melihat rumah rapi, dan hanya tinggal berisirahat setelah seharian
bergulat dalam kepenatan. Bukankah itu cerita yang dibuku-buku.

Kali ini aku harus
mencari akal untuk mengajarkan padanya  tentang kewajiban asasinya sebagai seorang
istri dan ibu rumah tangga. Tapi bagaimana caranya? Akhirnya sebuah cara yang
terlintas di benakku…dimulai dari membersihkan rumah setiap hari. Pokoknya setiap
pulang istriku akan melihat rumah sudah rapi. Sempet istriku berkata,”
subhanallah, abi rajin sekali..kalo setiap hari begini kan bagus.”he..2x ternyata
dengan cara ini belum berhasil. Mulailah sang aku berfikir keras bagaimana
mendidik istriku ini. Maklumlah selama ini dia ga terbiasa ngurus rumah, semua
ada pembantu yang tinggal mengerjakan. Setelah dengan kata-kata dan perbuatan
tidak jua menyadarkannya. Suatu saat aku diam, pokoknya diam seribu bahasa, bahkanpun
ketika ditanya olehnya,”abi nih ada apa sih..? ummi salah apa, kok ga mau
ngomong. Cerita dong. Gimana bisa tau isi hati orang?”. Saat istriku
membelikanku makan, akupun tidak menyentuhnya sama sekali. Dalam hatiku,”biar
aku kelaparan, aku pingin masakan istriku. Ga yang lain.Ya Allah… bukakan
hati istriku.”

Istriku marah
bercampur bingung + sedih, udah kerja seharian, capek, dibela-belain beliin
makanan, ga di makan. Itu katanya. “Mana kelaperan juga, tapi siapa yang tega
makan sendirian. Akhirnya ikutan ga makan juga”. Seharian itu suasana begitu
mencekam, tanpa suara ataupun candaan. Sampai istriku menangis dan terus saja
menangis, sampai aku bingung. Akhirnya istrikupun curhat,”bukannya ga mau
masakin, tapi kalo lagi capek badan nih ga mau kompromi untuk tetap bertahan. Kulakukan
sesanggupku. Bukankah aku juga menyuci dan membersihkan rumah. Meski ga bisa
tiap hari, dan tiada selalu bermuka manis dihadapanmu, aku hanyalah wanita
biasa yang belajar menjadi solehah, aku berjanji mulai sekarang secapek apapun
tidak akan meninggalkan kewajibanku sebagai istri. Terimakasih ya bi, ingatkan
selalu kalau ummi mulai melalaikan tugas”. Padahal aku juga tau betapa capeknya
dia kerja seharian, masih nyuci, bersihin rumah, ngisi kajian. Oh..istriku
sungguh engkau adalah bidadari dunia. Maafkan aku, bukannya ingin memintamu
lebih, hanya ingin mendidikmu menjadi istri yang sholehah. Afwan jika suamimu
ini hanyalah lelaki biasa yang menikahi wanita yang luar biasa. Dan aku semakin
mencintaimu.

Untuk saudara/iku…sesungguhnya
kehidupan rumahtangga yang dibingkai dalam ibadah akan terasa nyaman dan indah
untuk di tinggali, meski tidak sellau berisi keindahan namun yakinlah di setiap
jenak-jenak kehidupan akan kau temukan ruang yang sejuk dalam hidupmu. So..jangan
berhenti memperbaiki diri. Doaku selalu.

sketsa mimpi

Thursday, November 22nd, 2007

Tiba-tiba
bayangan itu hadir di hadapanku. Tubuhnya kurus dan perawakannya kecil, meski
dibanding denganku jauh lebih tinggi postur  tubuhnya. Kulihat dia berdiri dari kejauhan,
namun aku tidak bisa melukiskan wajahnya. Wajah yang begitu asing bagiku. Siapakah
dia? Yang bisa kuingat hanya..saat itu aku sedang duduk-duduk dipelataran
masjid, entah di masjid mana juga asing bagiku. Kumendekati bayangan itu, namun
semakin kudekati semakin menjauhlah ia dariku hingga akhirnya hilang begitu saja.
Suara adzan subuh membangunkanku,”oh… hanya mimpi. Dan Aku tidak
mengingat-ngingat mimpi itu lagi, kuanggap hanya bunga tidur.” Tapi entah
kenapa mimpi itu berlanjut lagi beberapa minggu sesudahnya.

Kini dia
menggenggam tanganku dan berlari bersamaku, namun aku tidak bisa melihat
wajahnya, seakan-akan tangan yang menarikku hanya sebuah bayangan. Dan aku
terus berlari bersamanya, tapi untuk apa? Akupun tidak tau. Sampai akhirnya
tidak bisa berlari lagi, di depan kami terpampang tembok yang sangat tinggi dan
kokoh, yang tidak bisa tertembus. Kamipun berbalik arah menuju sebuah ruangan
yang kosong, yah..sepertinya kukenal ruangan ini, sangat kukenal, namun tidak
jua ingat apa ini. Kutau ada pintu di pojok ruangan itu dan pelan-pelan kutekan
pegangan pintu hingga terlihatlah jalan di balik pintu itu. Disana telah ada
bus yang menanti. Bus yang aneh bagiku, sangat kecil bentuknya, dan begitu
sederhana. Apakah aku akan naik bus ini? ragu-ragu aku melangkah memasuki
tangga menuju bus itu. Dan….subhanallah ternyata di dalamnya begitu luas dan
indah. Tak pernah kulihat ada bis seindah dan seluas itu. Dan lagi-lagi aku
terbangun dari mimpiku. “Astagfirullah…semoga ini bukan gangguan dari setan
untuk melenakan.”so..forget it, dan tidak menakwilkan apapun tentang mimpi itu.Mimpi
yang aneh…

Bertahun-tahun
kemudian..saat itu lagi ada acara bersama keluarga, dan sebelum pulang mampir
sholat dhuhur dimasjid. “kok kayaknya ga
asing ya ? kapan aku pernah ke masjid ini? Tapi ini kan pertama kali aku
menginjakkan kaki di kota ini.” Kuingat-ingat tapi tetap aja ga ingat, sampai
suamiku datang mendekatiku. Kulihat dirinya dan suasana masjid ini..Dan aku
tersenyum simpul..”hi2x  seperti
dimimpiku”. Sama. Bedanya sekarang lelaki itu bukan bayangan lagi dan aku bisa
menatap wajahnya. Oh ternyata lelaki itu suamiku…

Apakah
ada yang pernah mengalami kejadian seperti ini? Benarkah cerita ini atau hanya
sekedar cerita. Coba tebak?

Biarkan aku mencintamu…Putri

Wednesday, November 21st, 2007

Memandang bintang di langit,
sungguh suasana yang menentramkan…yah, ditempat ini sebuah danau kecil yang tak
berpenghuni kugoreskan sepenggal cerita hidupku. Daun-daun berguguran dihembus angin,
gemericik air di tepian danau dan suara-suara bumbung padi yang teraliri air
menambah syahdu suasana di sore itu. Itulah pertama kali aku bersamamu dengan
segudang kenangan yang tercipta.

 

Tahukah engkau…ini adalah sebuah
kisah yang terbagi hanya olehku, ya hanya untukku sebuah kenangan yang terukir
tentang kita berdua. Pikiranku melayang pada suatu masa 8 tahun yang lalu saat
pertama kali kita bertemu. Dengan wajah teduhmu engkau memandangku dengan
begitu ramah hingga menggetarkan persendianku. Sesosok wanita yang begitu
berkarakter kulihat berdiri dihadapaku sembari memperkenalkan namamu. PUTRI,
itulah nama yang tak pernah hilang dalam benakku hingga kini.

 

Waktu-waktu yang berlalu setelah
itu, adalah kenangan-kenangan yang begitu indah, heroik dan penuh petualangan. Satu
hal yang paling kusenangi adalah menatap wajahmu, berjalan-jalan denganmu dan
mendengarkan engkau berbicara. Lewat tanganmulah hidupku berubah..dan itu
adalah keajaiban dari tuhan. Dan engkau adalah anugerah terindah untukku.

 

Ku tahu hidup takkan selamanya,
seperti juga kebersamaan. Memang sudah ditakdirkan saatnya berpisah. Namun percayalah
kata-katamu masih tetap kupegang dan akan selalu ada di hatiku.

 

Duhai sahabat…

Lewat Engkaulah Allah tanamkan
keindahan islam dalam diriku

Dibawah bimbinganmu kubelajar
mengenal tuhan dan diriku

Denganmu kujalani perjuangan
menemukan jati diriku

Dan beginilah dunia melihatku
sekarang

 

Meski semua tiada mengenalmu

Mereka tau lewat diriku

Dan kubangga menajdi sahabatmu

Kumencintaimu sobat

CINTA
KARENA ALLAH

 

Ku tahu engkau sangat menyukai keindahan malam yang di
taburi bintang. Di pinggir danau ini 8 tahun yang lalu Allah pertemukan kita. Dan
disinilah aku kini mengenangmu dengan berjuta cinta yang tertulis dalam hatiku.
Kini engkau telah pergi, namun semangat dan cita-citamu terpatri dalam hatiku. Terimakasih
sahabat untuk begitu banyak asa dan cerita untukku. Malam ini aku merindukanmu..sungguh
merindukanmu. Sebait nasyid kenangan kita berdua by izzis :

 

Disini aku mengharap ridlo-Mu

Disini aku menghiba rahmat-Mu

Disini aku tambat munajatku

Izinkan aku kembali

 

Tapak2 hidup yang kujalani

Fatamorgana dusta kutemui

Lupakan diri hadapkan wajahku

Berazzam aku kembali

 

 

Juga nasyid yang satu
ini :

 

Gunung lembah hutan dan samudra

Untuk Allah diatas segalanya

 

Bidadari nan bermata jeli

menyongsong dengan wajah berseri

Saabat kami rela kau pergi

Cita-kita

kan

tetap bersemi

 

Selamat jalan
sahabat..nantikan aku di batas waktu.

Salam dariku
untuk kekasihmu.

Cerita sekolah alam

Wednesday, November 21st, 2007

Pak sei, begitu
anak-anak itu memanggilnya. Sosok guru yang sangat dekat dihati mereka. Kesehariannya
begitu tawadhu dan ramah pembawaannya. Suatu hari beliau sedang memasang tali
untuk kegiatan flying fox disekolah itu, saat tiba-tiba seorang anak berteriak
sambil memukul temannya, alhasil anak yang dipukuli menangis meronta-ronta. Pak
sei dengan sabarnya melerai perkelahian itu, namun tanpa disangka-sangka beliau
juga kena tendangan dan pukulan dari anak tersebut. Dengan terdiam pak guru
tersebut ngeloyor pergi tanpa memperdulikan lukanya terkena gigitan anak
tersebut, sang anakpun terdiam. Temen2nya semua memintanya untuk meminta maaf
pak pak guru, namun dia tetap ga mau. Dan pergi dengan marah.

Siangnya saat
pulang sekolah, si anak mendekati pak sei, namun pak sei hanya diam saja. Hal yang
lucu..sang anak menunggu pak sei sampai pulang, bahkan membuka pagar untuk
mempersilakan pak sei pulang, sembari memberikan amplop, entah apa isinya.

Nah inilah
isinya, “ pak sei, tolong bilangin ke temen2… aku bukan anak yang nakal. Aku hanya
marah sama temen karena dia mengejekku, dan aku ga suka pak guru membelanya. Tapi
aku sayang pak sei dan temen2.”. tanpa sadar tangan pak sei bergetar, ia
tertegun dengan kata2 yang dituliskannya. Ia baru berumur sekitar 5 tahun,
namun ia sudah memahami arti bersalah dan meminta maaf. Sudahkah kita mau mengakui
kesalahan kita dan mau meminta maaf??? Bersambung…

kehidupan yang di beri

Monday, November 19th, 2007

Yah..membuatmu mencintai pemberi
hidup dan memahami  hakikat kehidupan. Keberadaanmu
di dunia awalnya tak terasakan, hari demi hari berlalu berjalan biasa saja. Namun
sebuah keajaiban terjadi ketika engkau mulai menunjukkan tanda kehidupan,
bergerak dalam tubuh sang bunda. Sungguh anugerah yang indah. Setiap hari
bermain denganmu, yang selalu mengingatkan bundamu untuk senatiasa bersyukur
pada-Nya.

Ketika Allah ijinkan engkau lahir
ke dunia, bunda ingin bercerita betapa engkau begitu mengenal suara kalam
ilahi. Setiap kali di dengarkan lantunan itu didekatmu engkau bergerak dan
berputar-putar . terkadang engkau juga yang membangunkan bunda di tengah malam
untuk menghadap-Nya. Subhanallah..begitu banyak yang Allah ajarkan dengan
kehadiranmu.

 

Doa bunda agar engkau senantiasa
mencintai tuhanmu dan mencintai perjuangan di jalan-Nya. Berdiri kokoh laksana
karang memegang dien ini juga lembut pada sesama…bunda sayang padamu