Biarkan aku mencintamu…Putri

Memandang bintang di langit,
sungguh suasana yang menentramkan…yah, ditempat ini sebuah danau kecil yang tak
berpenghuni kugoreskan sepenggal cerita hidupku. Daun-daun berguguran dihembus angin,
gemericik air di tepian danau dan suara-suara bumbung padi yang teraliri air
menambah syahdu suasana di sore itu. Itulah pertama kali aku bersamamu dengan
segudang kenangan yang tercipta.

 

Tahukah engkau…ini adalah sebuah
kisah yang terbagi hanya olehku, ya hanya untukku sebuah kenangan yang terukir
tentang kita berdua. Pikiranku melayang pada suatu masa 8 tahun yang lalu saat
pertama kali kita bertemu. Dengan wajah teduhmu engkau memandangku dengan
begitu ramah hingga menggetarkan persendianku. Sesosok wanita yang begitu
berkarakter kulihat berdiri dihadapaku sembari memperkenalkan namamu. PUTRI,
itulah nama yang tak pernah hilang dalam benakku hingga kini.

 

Waktu-waktu yang berlalu setelah
itu, adalah kenangan-kenangan yang begitu indah, heroik dan penuh petualangan. Satu
hal yang paling kusenangi adalah menatap wajahmu, berjalan-jalan denganmu dan
mendengarkan engkau berbicara. Lewat tanganmulah hidupku berubah..dan itu
adalah keajaiban dari tuhan. Dan engkau adalah anugerah terindah untukku.

 

Ku tahu hidup takkan selamanya,
seperti juga kebersamaan. Memang sudah ditakdirkan saatnya berpisah. Namun percayalah
kata-katamu masih tetap kupegang dan akan selalu ada di hatiku.

 

Duhai sahabat…

Lewat Engkaulah Allah tanamkan
keindahan islam dalam diriku

Dibawah bimbinganmu kubelajar
mengenal tuhan dan diriku

Denganmu kujalani perjuangan
menemukan jati diriku

Dan beginilah dunia melihatku
sekarang

 

Meski semua tiada mengenalmu

Mereka tau lewat diriku

Dan kubangga menajdi sahabatmu

Kumencintaimu sobat

CINTA
KARENA ALLAH

 

Ku tahu engkau sangat menyukai keindahan malam yang di
taburi bintang. Di pinggir danau ini 8 tahun yang lalu Allah pertemukan kita. Dan
disinilah aku kini mengenangmu dengan berjuta cinta yang tertulis dalam hatiku.
Kini engkau telah pergi, namun semangat dan cita-citamu terpatri dalam hatiku. Terimakasih
sahabat untuk begitu banyak asa dan cerita untukku. Malam ini aku merindukanmu..sungguh
merindukanmu. Sebait nasyid kenangan kita berdua by izzis :

 

Disini aku mengharap ridlo-Mu

Disini aku menghiba rahmat-Mu

Disini aku tambat munajatku

Izinkan aku kembali

 

Tapak2 hidup yang kujalani

Fatamorgana dusta kutemui

Lupakan diri hadapkan wajahku

Berazzam aku kembali

 

 

Juga nasyid yang satu
ini :

 

Gunung lembah hutan dan samudra

Untuk Allah diatas segalanya

 

Bidadari nan bermata jeli

menyongsong dengan wajah berseri

Saabat kami rela kau pergi

Cita-kita

kan

tetap bersemi

 

Selamat jalan
sahabat..nantikan aku di batas waktu.

Salam dariku
untuk kekasihmu.

Leave a Reply