Cerita sekolah alam
Pak sei, begitu
anak-anak itu memanggilnya. Sosok guru yang sangat dekat dihati mereka. Kesehariannya
begitu tawadhu dan ramah pembawaannya. Suatu hari beliau sedang memasang tali
untuk kegiatan flying fox disekolah itu, saat tiba-tiba seorang anak berteriak
sambil memukul temannya, alhasil anak yang dipukuli menangis meronta-ronta. Pak
sei dengan sabarnya melerai perkelahian itu, namun tanpa disangka-sangka beliau
juga kena tendangan dan pukulan dari anak tersebut. Dengan terdiam pak guru
tersebut ngeloyor pergi tanpa memperdulikan lukanya terkena gigitan anak
tersebut, sang anakpun terdiam. Temen2nya semua memintanya untuk meminta maaf
pak pak guru, namun dia tetap ga mau. Dan pergi dengan marah.
Siangnya saat
pulang sekolah, si anak mendekati pak sei, namun pak sei hanya diam saja. Hal yang
lucu..sang anak menunggu pak sei sampai pulang, bahkan membuka pagar untuk
mempersilakan pak sei pulang, sembari memberikan amplop, entah apa isinya.
Nah inilah
isinya, “ pak sei, tolong bilangin ke temen2… aku bukan anak yang nakal. Aku hanya
marah sama temen karena dia mengejekku, dan aku ga suka pak guru membelanya. Tapi
aku sayang pak sei dan temen2.”. tanpa sadar tangan pak sei bergetar, ia
tertegun dengan kata2 yang dituliskannya. Ia baru berumur sekitar 5 tahun,
namun ia sudah memahami arti bersalah dan meminta maaf. Sudahkah kita mau mengakui
kesalahan kita dan mau meminta maaf??? Bersambung…