sketsa mimpi
Tiba-tiba
bayangan itu hadir di hadapanku. Tubuhnya kurus dan perawakannya kecil, meski
dibanding denganku jauh lebih tinggi postur tubuhnya. Kulihat dia berdiri dari kejauhan,
namun aku tidak bisa melukiskan wajahnya. Wajah yang begitu asing bagiku. Siapakah
dia? Yang bisa kuingat hanya..saat itu aku sedang duduk-duduk dipelataran
masjid, entah di masjid mana juga asing bagiku. Kumendekati bayangan itu, namun
semakin kudekati semakin menjauhlah ia dariku hingga akhirnya hilang begitu saja.
Suara adzan subuh membangunkanku,”oh… hanya mimpi. Dan Aku tidak
mengingat-ngingat mimpi itu lagi, kuanggap hanya bunga tidur.” Tapi entah
kenapa mimpi itu berlanjut lagi beberapa minggu sesudahnya.
Kini dia
menggenggam tanganku dan berlari bersamaku, namun aku tidak bisa melihat
wajahnya, seakan-akan tangan yang menarikku hanya sebuah bayangan. Dan aku
terus berlari bersamanya, tapi untuk apa? Akupun tidak tau. Sampai akhirnya
tidak bisa berlari lagi, di depan kami terpampang tembok yang sangat tinggi dan
kokoh, yang tidak bisa tertembus. Kamipun berbalik arah menuju sebuah ruangan
yang kosong, yah..sepertinya kukenal ruangan ini, sangat kukenal, namun tidak
jua ingat apa ini. Kutau ada pintu di pojok ruangan itu dan pelan-pelan kutekan
pegangan pintu hingga terlihatlah jalan di balik pintu itu. Disana telah ada
bus yang menanti. Bus yang aneh bagiku, sangat kecil bentuknya, dan begitu
sederhana. Apakah aku akan naik bus ini? ragu-ragu aku melangkah memasuki
tangga menuju bus itu. Dan….subhanallah ternyata di dalamnya begitu luas dan
indah. Tak pernah kulihat ada bis seindah dan seluas itu. Dan lagi-lagi aku
terbangun dari mimpiku. “Astagfirullah…semoga ini bukan gangguan dari setan
untuk melenakan.”so..forget it, dan tidak menakwilkan apapun tentang mimpi itu.Mimpi
yang aneh…
Bertahun-tahun
kemudian..saat itu lagi ada acara bersama keluarga, dan sebelum pulang mampir
sholat dhuhur dimasjid. “kok kayaknya ga
asing ya ? kapan aku pernah ke masjid ini? Tapi ini kan pertama kali aku
menginjakkan kaki di kota ini.” Kuingat-ingat tapi tetap aja ga ingat, sampai
suamiku datang mendekatiku. Kulihat dirinya dan suasana masjid ini..Dan aku
tersenyum simpul..”hi2x seperti
dimimpiku”. Sama. Bedanya sekarang lelaki itu bukan bayangan lagi dan aku bisa
menatap wajahnya. Oh ternyata lelaki itu suamiku…
Apakah
ada yang pernah mengalami kejadian seperti ini? Benarkah cerita ini atau hanya
sekedar cerita. Coba tebak?